DKI Jakarta terancam mengalami angin kencang atau puting beliung pada hari ini hingga Kamis (13/8/2020). Hal tersebut terungkap dalam peringatan diri yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pada hari ini.

Berdasarkan Wikipedia, puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya.

Angin jenis lain dengan ukuran lebih besar yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

BPBD DKI Jakarta menyatakan penyebab puting beliung adalah daerah pertemuan/pelambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Aceh hingga Laut Natuna bagian Utara, di pesisir barat Sumatera, di Kalbar bagian Selatan hingga Selat karimata, di NTT, di Kalteng bagian utara hingga Laut Sulu, dari Laut Bada hingga Sulbar.

“Kondisi ini dapat memberikan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” tulis peringatan BMKG.

Sumber: CNBCIndonesia