MPR RI menggandeng PGRI Kota Semarang untuk menyukseskan sosialisasi Empat Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Senin (2/11/2020). Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan dilaksanakan di gedung Balai Kota Semarang.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Gunawan Saptogiri menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki nilai strategis sebagai langkah dalam menjaga nikmat kemerdekaan, berbangsa dan bernegara yang telah diperjuangkan dan diraih 75 tahun lalu.

“Dalam membangun bangsa, akan semakin utuh dan kuat, bila pilar dan pondasinya kuat. Karenanya, empat pilar bernegara ini harus dijaga dan dipelihara oleh seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Gunawan menyampaikan, pemahaman terhadap empat pilar ini juga menjadi tameng kekuatan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Baik yang sifatnya internal maupun eksternal.

Di sinilah peran PGRI sebagai garda terdepan di sektor pendidikan bangsa memegang peran penting dan strategis dalam membangun pondasi dasar berbangsa dan bernegara melalui pendidikan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PGRI Kota Semarang, Dr Nur Choiri M.Pd. Sosialisasi ini memiliki arti penting sebagai langkah menjaga NKRI di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. “Hasil dari sosialisasi ini, akan diteruskan kepada para peserta didik,” ujarnya.

Mewakili PGRI, pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memajukan dunia pendidikan dan kesejahteraan guru. Komitmen tersebut, salah satunya terbukti saat PGRI memberi penghargaan Anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Pemerintah Kota Semarang yang dinilai telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang memajukan sektor pendidikan.

“Penghargaan yang diterima Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akhir 2019 lalu menunjukkan komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota Semarang untuk terus memajukan dunia pendidikan,” tegas Nur Choiri.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, pendidikan karakter termasuk di dalamnya ideologi berbangsa dan bernegara saat ini sedang dihadapkan pada tantangan berupa pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal inilah yang perlu disikapi dan dipecahkan bersama. Dirinya meyakini jika pihak sekolah dan para guru terus melakukan terobosan terbaiknya.

“Contohnya, bagaimana kita meneladani kemanusiaan yang adil dan beradab di tengah anjuran jaga jarak, di rumah saja dan lainnya,” ungkap Agustina Wilujeng.

Info yang melegakan, lanjutnya, saat ini telah diujicobakan pembelajaran tatap muka di sejumlah SMA di Jawa Tengah. Dirinya berharap uji coba ini nantinya dapat berhasil dan diteruskan hingga ke semua jenjang pendidikan.

Sosialisasi Empat Pilar ini dihadiri dan dilaksanakan oleh sejumlah anggota MPR RI. Di antaranya Dr. Ir. HE Herman Khaeron, MSi, Hj. Aliyah Mustika Ilham, SE, Drg. Putih Sari, A.A Bagus Adhi Mahendra Putra, MH dan Maria Goreti, S.Sos, MSi dari DPD RI.