Untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, sampai dengan 14 Agustus 2020, BI telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana melalui mekanisme pasar sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 16 April 2020, sebesar Rp 42,96 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO) dan Private Placement.

Sementara itu, pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana melalui mekanisme pembelian langsung sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 7 Juli 2020, berjumlah Rp 82,1 triliun.

“BI telah membeli SBN di pasar perdana yang melalui SKB 16 April sebesar Rp 42,97 triliun. Sementara untuk mekanisme SKB 7 Juli Rp 82,1 triliun, sehingga secara keseluruhan BI telah membeli SBN untuk pendanaan APBN 2020 sebesar Rp 125,06 triliun. Ini dalam rangka dukungan kami untuk memperlancar dan mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (24/8/2020).

Dengan tambahan tersebut, Perry menyampaikan posisi kepemilikan SBN oleh BI per 14 Agustus 2020 sebesar Rp 536,67 triliun (data transaksi). Jumlah ini termasuk pembelian SBN di pasar sekunder untuk stabilisasi nilai tukar rupiah berjumlah Rp 166,2 triliun.