Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui dia sebenarnya tahu bahaya virus Corona sebelum kasus pertama dikonfirmasi di AS. Bahkan ia menyadari COVID-19 bisa menyebar melalui transmisi airborne dan lebih berbahaya daripada flu namun tetap meremehkannya dengan alasan tak ingin membuat masyarakat panik.

Pernyataan Trump itu tercantum di dalam buku berjudul Rage karya jurnalis senior AS, Bob Woodward.

“Saya memang selalu berusaha meremehkan. Saya suka meremehkan hal itu (COVID-19) karena saya tidak ingin membuat panik,” demikian isi wawancara Woodward dengan Trump dikutip dari CNN.

Seperti yang ditulis dalam buku tersebut, Trump mengatakan dia sadar COVID-19 adalah ancaman tetapi mengatakan kepada masyarakat hal itu akan segera berlalu. Saat wawancara dengan Woodward pada 7 Februari lalu, Presiden AS tersebut bahkan membeberkan adanya ancaman serius dan mematikan dari Corona.

“Virus ini sangat mematikan dari flu biasa. Ini adalah hal yang mematikan,” tutur Trump

Segera setelah buku tersebut terbit, Trump mengadakan jumpa pers di Gedung Putih pada Rabu (9/9/2020) untuk menegaskan bahwa dirinya ‘tak berbohong’ soal virus Corona.

Trump membela diri dengan menyebut ia berkeras dia melakukan hal itu untuk menenangkan masyarakat dan berupaya menghindari lonjakan harga kebutuhan dasar dan kesehatan.

“Maksud saya, kita harus tenang. Kita tak boleh panik. Apa yang saya utarakan sangat sederhana. Saya ingin memperlihatkan kepercayaan diri dan kekuatan sebagai pemimpin,” tutur Trump.