Donald Trump resmi diusung kembali sebagai calon presiden Amerika Serikat oleh Partai Republik.

Tak lama setelah Partai Republik merampungkan pemungutan suara, capres petahana itu langsung bertolak ke sebuah konvensi di Charlotte, North Carolina untuk menyampaikan pidato.

Dalam pidato itu, Trump berkata bahwa Partai Republik harus waspada terhadap rencana Partai Demokrat yang ia tuduh ingin mencurangi pemilihan umum dengan isu pandemi virus corona.

“Mereka mencoba mencuri pemilu, satu-satunya cara mereka dapat mengambil alih pemilu ini dari kami adalah jika ini adalah pemilu yang curang,” ujarnya seperti dikutip dari AFP, Selasa (25/8).

Dalam jajak pendapat, Trump kalah populer dari Joe Biden, capres yang diusung Partai Demokrat.

AFP dalam laporannya menyebut bahwa Biden bisa memanfaatkan kekecewaan masyarakat pada Trump atas beberapa hal.

Seperti buruknya Trump dalam menangani pandemi virus corona, kasus ketidaksetaraan rasial, dan ketakutan akan kerusakan ekonomi jangka panjang akibat lockdown atau penguncian wilayah akibat Covid-19.

Sebelumnya puluhan mantan anggota Kongres dari Partai Republik menyatakan mendukung Joe Biden.

Sejumlah politikus Partai Republik yang turut mendukung Biden termasuk mantan Gubernur Ohio John Kasich dan mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell.

Keduanya bahkan berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu.

Akan tetapi, juru bicara tim sukses Trump, Tim Murtaugh, menyatakan dukungan untuk Biden dari segelintir politikus Partai Republik tidak berarti apapun.

Pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang, pasangan petahanan Donald Trump-Mike Pence dari Partai Republik akan bersaing ketat dengan Joe Biden-Kamala Harris dari Partai Demokrat.